Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sketsa

PERUBAHAN; renungan tentang sekeping Australia

Gambar
Walau tidak di pantai, suatu pagi aku merasa santai. Istri di kampus, anak di sekolah, pekerjaan daring sedang tidak mengejar-ngejar, kudapati diriku teronggok di pojok fitness lapangan rumput bernama Bruce Lee. Seorang lelaki misterius sedang melakukan meditasi sambil berjalan keliling lapangan tanpa peduli situasi, kadang tersenyum-senyum atau bicara sendiri. Setelah mengucek-ucek mataku memastikan kakinya menyentuh tanah, kemudian aku melamun sambil bersila dan bergaya melakukan gerakan-gerakan yoga. Sebelumnya aku mengantar anakku ke sekolah. Kami tinggal di Beaconsfield Fremantle Australia, sekolahnya ada di Hilton, 15 – 20 menit bersepeda. Setelah melepasnya di gerbang sekolah, aku memutuskan untuk tidak langsung pulang. Aku berkeliling-keliling dulu melihat perkembangan kenyataan sekaligus menjaga kebugaran. Rumah kontrakan kami terakhir di L Place, Hilton 5 tahunan lalu masih sama. Bekas lemparan telor mentah di pintu garasi yang dulu jadi studioku masih ada bekasnya sedikit. T...

DARI ‘ISLAM KTP’ JADI KATULIK : Sebuah perjalanan pribadi dan perubahan masyarakat

Gambar
Ibuku tumbuh sebagai 'muslim KTP', dibesarkan oleh keluarga 'muslim KTP'. Tetangga depan rumah, belakang rumah, samping rumah juga 'muslim KTP'. Juga tetangga di belakang rumah dari tetangga depan rumah dan seterusnya. Begitulah ... Itu jaman tahun '40an sampai sebelum Geger Gestok / pembantaian massal oleh tentara, nasionalis kanan dan kaum agamis terhadap rakyat komunis Indonesia ditahun-tahun 1965/66. Jaman itu mayoritas penduduk desa, sebutlah Ketan Srundeng, adalah 'muslim KTP'; muslim tapi tidak menjalankan ibadah seperti yang diperintahkan agamanya. Apa yang dijalankan? Ya hidup biasa saja sebagai rakyat jelata desa dengan 'daily routine' umum mereka. Tidak juga berkubang dalam lembah kemaksiatan, atau menjadi budak setan. Kalau berkubang dalam lembah kemiskinan sih iya. Ada sejumlah kecil penduduk yang muslim sungguhan. Mereka ini disebut 'santri' dan bergelar 'haji' atau 'kiai'. Dan memiliki status ekonomi (ja...

BERAGAMA YANG BAGAIMANA?

Gambar
Kemarin Uskup Desmond Tutu; pemuka gereja Katolik Afrika Selatan wafat. Beliau sangat dihormati secara nasional dan internasional karena dedikasi perjuangannya melawan sistim diskriminasi rasial yang kejam di negara Afrika Selatan, di mana minoritas kulit putih mendominasi mayoritas kulit hitam. Setelah sistim apartheid dihapuskan (walau jurang kaya-miskin dan ketidakadilan sosial berbasis ras masih kuat di Afrika Selatan), sampai akhir hayatnya Uskup Desmond terus berjuang mengkampanyekan keadilan sosial, hak asasi dan perdamaian di tingkat global. Kadang aku berpikir, jika Uskup Desmond Tutu berkulit putih apakah beliau akan melakukan hal yang sama? Jika Desmond Tutu berkulit putih dan bukan katolik apakah akan melakukan hal yang sama? Jika Desmond Tutu berkulit hitam, bukan klerik dan bukan rakyat jelata apakah akan melakukan hal yang sama? Apakah sumber inspirasi perjuangannya adalah kekatolikannya? Atau kekulit-hitamannya? Atau kemanusiaannya? Dan juga ... Memang aku ini siapa? Ko...

EMAS, KEMENYAN, MER

Gambar
Bulan Desember tak hanya bulan hujan. Bagiku yang dibesarkan secara Katulik dalam keluarga Katulik saleh, Desember secara tradisional juga bulan Natal. Sebuah bulan yang sempurna, seperti bulan Agustus dan Sura. Sebuah bulan yang dingin di luar, hangat di dalam. Keluarga berkumpul menunda acara-acara bepergian sebab hujan, bakso panas Lik Suta atau ubi goreng tepung, pohon natal di pojok ruang tamu, latihan drama untuk natalan sekolah, sukacita menyongsong kelahiran bayi Yesus, kapal-kapal kertas mengambang di pekarangan yang tergenang, bermain mata dengan cewek idaman di aula sekolah sambil menunggu hujan reda, lagu ‘I Saw Mommy Kissing Santa Clause’ mengalun dari Sharp radio tape, bahkan ketika kehujanan paling hujan sekalipun selalu ada yang terasa nikmat, yaitu sesuatu hangat di dalam hati, kehangatan bulan Desember. Dan puncaknya tentu saja misa Natal di gereja Paulus Miki Salatiga. Ini kenangan-kenangan masa kecilku yang menjadi pondasi bagaimana aku memaknai bulan Desember, samp...

Dari Roebinem, Lewat Salatiga, ke Van Halen

Gambar
Disaat Kubu Cukong menaikkan serangan keserakahannya dengan secara pengecut nista memanfaatkan situasi pandemi mengesahkan UU Omnibus Law atau UU Pro Cukong yang mengancam kepentingan rakyat banyak dan lingkungan hidup ... Kabar duka datang; Eddie Van Halen meninggal. Aku bukan fans berat band Van Halen, tapi di akhir SMP - tahun 1984an, aku sangat suka dengan lagu 'Jump' yang enerjik dengan intro keyboard monumental dan dianggap sebagai salah satu lagu yang membentuk rock itu. Juga nomer dengan reff manis 'Why Can't This Be Love'. Di kamarku juga ada posternya. Beli di kaki lima Jendral Sudirman, murah, waktu masih banyak hal indah di Salatiga. Yang paling kuingat dari poster itu adalah Eddie Van Halen dengan senyum lebar keramahan yang menjadi ciri khasnya. Tentu plus desain gitarnya. Kemudian aku memperdalam Pink Floyd sambil makin kenal dengan blues. Katanya, Eet Sjahranie adalah salah satu murid di pusat kursus gitar Eddie Van Halen. Dia sedang naik daun sebaga...

SUGARMAN; Musisi Yang Tak Tahu Kalau Terkenal

Gambar
Di suatu hari musim panas subtropis - tahun 2014 kukira, aku berdiri mematung secara canggung di salah satu arkadia pusat kota pelabuhan Fremantle sambil menghembuskan asap tembakau lintingan murah dengan digelayuti rasa senewen oleh kegagalanku untuk pandai berbahasa Inggris, untuk sukses secara profesi dan keterkenalan, intinya untuk menjadi diri sendiri. Aku sedang beristirahat dari pekerjaanku membuat cetakan kerajinan tanah liat di sebuah toko yang menjual aneka kerajinan, barang eksotik dan krim perawatan kulit organik milik seorang imigran dari eks Cekoslovakia yang bapaknya berteman baik dengan Vaclav Havel, demi upah barang 15 dolar per jam. Tak banyak orang lalu-lalang. Satu dua lewat secara bergegas individualistik. Bau dupa yang menyelinap di tengah realita negeri industri maju membikin suasana jadi agak surealis. Dari dalam toko yang sekaligus bengkel kerja terdengar alunan musik yang belum pernah kudengar sebelumnya dan langsung merenggut telingaku. Sambil terus mengi...

MIMPI BURUK ROCK (gaya) INDONESIA

Gambar
Kalau seorang penggemar music pop genre cinta gombal mukiyo di Ivory Coast ditanya tentang grup band cinta gombal mukiyo yang hebat, belum tentu dia akan menjawab ST12. Tapi kalau seorang penggemar music hard rock di Tuvalu… atau dimana saja, ditanya tentang salah satu grup band hard rock tingkat legend, ada kemungkinan sangat besar mereka akan menjawab Deep Purple. Ya, group dari Ingris ini termasuk pada barisan pionir kaum rocker yang ingin (jauh) lebih keras dari (sekedar) rock, dan sukses baik musikal maupun komersial. Bersama Led Zeppelin dan Black Sabbath, khalayak rock mania 70an menjuluki 3 super grup ini sebagai ‘unholly trinity’ yang menciptakan hard rock dan membangun pondasi metal. Led Zeppelin memang agak lebih perkasa over all, namun Purple lebih loud – bahkan tahun 1975 Purple dinobatkan sebagai band paling keras sedunia, nomer-nomer Purple yang hits seperti Smoke On The Water, Highway Star, Soldier Of Fortune, juga relative lebih gampang ditirukan, lebih gampang ditang...

SUATU SISTIM BERNAMA SETYO NOVANTO

Gambar
Pada sistim yang senantiasa memunculkan monster rakus sangat berkuasa semacam Setyo Novanto Papa Minta Saham, ironisnya kita juga senantiasa berharap, bahkan meratap, akan munculnya ksatria. Ya, ini sistim yang punya kemampuan melahirkan kebangsatan dan sekaligus kemanusiaan. Kelemahan sistim ini adalah; kebangsatan punya apa saja yang dibutuhkan untuk berkuasa. Terutama adalah kualitas kebangsatan itu sendiri. Sedang kemanusiaan sepanjang jaman terseok-seok karena hubungan kuasa-menguasai bertentangan dengan hakekat sifatnya. Dan jaman pun bergerak terus makin maju, termasuk ilmu kebangsatan, meninggalkan ilmu kemanusiaan yang kebingungan, seakan tidak kompatibel dengan 'tuntutan jaman' yang digerakkan oleh kekuasaan.

BERBEDA-BEDA TAPI SAMA SAJA

Gambar
Warna Sari Jajanan Moderen Dalam Msyarakat Tradisional Beberapa hari lalu saya menemukan suatu pemikiran cukup menarik di internet, yang mengetengahkan pertanyaan : kenapa kita lebih menekankan pada perbedaan? Kenapa kita lebih terobsesi dengan hal-hal perbedaan? Yang satu bersemboyan : perbedaan itu indah. Yang satunya berslogan : kamu berbeda maka kamu laknat. Bertolak-belakang, namun kedua-duanya sama-sama fokus pada perbedaan. Banyak hal indah sungguh-sungguh muncul dari penganut indahnya perbedaan. Tapi menurut saya lebih banyak lagi hal luar biasa tidak bermutu muncul dari aliran laknat-melaknat lantaran beda. Mulai dari luar biasa bodohnya - setidaknya naif, hingga luar biasa sadis-barbarnya. Saya cenderung lebih percaya bahwa titik tolak hubungan antar manusia yang lebih asyik adalah : persamaan. Inilah sebabnya kenapa saya berhubungan dengan manusia lain. Karena sama-sama manusia. Saya ingat sekali pada suatu hari delapan tahunan lalu mendapat peluang emas untuk kenal ...

KAMPUNGNYA UNYIL

Gambar
10 Nopember adalah hari pahlawan, dan pada hari pahlawan ini kabar-kabar berseliweran bahwa Sarwo Edi Wibowo akan dipahlawankan. Kok bisa? Mungkin sebab komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (Kopassus tempo dulu) ini patriot pembela bangsa dan negara. Ya, ada kudengar konon dia mengatakan pada Lik Permadi 'penyambung lidah Sukarno' (Sukarno sendiri adalah 'penyambung lidah rakyat', jadi bayangkan ....) bahwa 50 tahunan lalu 3 juta komunis dibunuh atas perintahnya. Ada kubaca pembasmian ini sebab komunis mengancam keselamatan bangsa dan negara lewat pemberontakan khianat sangat jahat bernama 'G-30-S/PKI'.

KEAJAIBAN DUNIA BERNAMA MINUMAN KERAS

Gambar
Boleh dikata hanya ada dua liburan sekolah masa kecilku yang paling mengesankan dibanding total semua liburan sekolahku mulai dari SD sampai SMA. Pertama adalah liburan kenaikan kelas dari kelas 2 naik ke kelas 3 SMP (Negeri 1 Salatiga, boleh dikata secara umum merupakan pangkalannya anak-anak paling pandai di kota ini). Mengesankan sebab pada liburan inilah untuk pertama kalinya aku tersayat sembilu cinta monyet yang meraja tak berkesudahan pada seorang dara T dari kota S 50an kilo dari kota kecilku tercinta Salatiga. Ceritanya dia berlibur ke rumah tantenya, Y - istri seorang pelaut jarang pulang, persis di belakang rumahku. Kita semua pasti tak asinglah dengan proses kimiawinya … Sekian kali berpapasan, bertemu pandang, caranya menyuapi keponakannya yang menarik hati, bando dan blues merah berenda putih yang tak lekang waktu, langkah kaki ‘putri solo’nya yang serasa tak menyentuh tanah, pesona anggukan halusnya padaku saat melintas samping rumah sementara aku lagi asyik bermain ser...

ALI, HIKAYAT 'PREMAN' YANG MASUK SORGA

Gambar
Mungkin karena makin merasa tua, kesepian dan hidup hampa tiada arti, bersama sejumlah teman mahasiswa sebuah universitas di Salatiga aku menginisiasi kegiatan belajar luar sekolah bagi anak-anak rakyat jelata di sekitar kampungku Jagalan, itu awal 2000an. Inisiatif ini disambut sangat antusias oleh anak-anak dan orang tua mereka. Sebab gratisan? Menyimpulkan ‘gratisan’ sebagai kunci animo rakyat adalah penyederhanaan ceroboh dan menghina. Beberapa orang tua bahkan menemuiku untuk menanyakan tentang uang yang bisa mereka kontribusikan dengan alasan kegiatan seperti ini tentu perlu biaya. Mungkin saja keinginan untuk bisa mengakses sebuah media belajar yang ‘dekat’ dengan kehidupan mereka, bahkan bagian organik dari keseharian mereka, adalah dorongan yang bisa jadi lebih utama. Mungkin ini sekedar bukti tentang menariknya ‘belajar’ dan tidak menariknya ‘sekolah’, serta fakta kurangnya media belajar luar sekolah yang terjangkau. ‘Terjangkau’ dalam segala pengertiannya. Bagai jamur-ja...

AKU DAN PEMILU

Gambar
Dari mulut gang ke Asrama yang diapit oleh pagar tembok tua gedung SKP (Sekolah Ketrampilan Putri) dan warung rujak – lotek Bu K, aku melihat T nampak gagah penuh energi dengan jaket hijau doreng kuning hitam dalam derap langkah barisan simpatisan PPP dari arah kolam renang Kalitaman naik menuju Jalan Pemuda sambil menyanyikan lagu Pring Reketeg Gunung Gamping Gempal, sementara di lapangan bola Tamansari berseberangan dengan bundaran tugu jam seorang tentara muda mengisi magasin senapan otomatisnya di dekat pohon kamboja. Demikian dua kelebatan memori samar tentang pemilu masa kecilku di kota kecilku Salatiga. T waktu itu sudah menjadi remaja setengah pemuda. Si hitam wajah jawa anak dari keluarga miskin di kampung Krajan, bapaknya penarik becak, kakak tertuanya penarik becak, kakaknya yang nomer dua penarik becak, dia sendiri sebelum menjadi pelatih tenis top adalah penjaga bola, namun aku lupa apakah sebelum jadi penjaga bola dia juga menarik becak. Aku mengenal T sebab dia melat...

BOB DYLAN, DR. KING, GANDHI, YESUS HINGGA JUTAAN TAK BERNAMA

Gambar
They Killed Them adalah karya seri ketiga dari Project 65, yaitu projek seni saya tentang pembasmian kaum komunis dan penghancuran gerakan politik kerakyatan Indonesia di tahun 1965. Sebagian orang yang prihatin menyebut peristiwa ini Tragedi 65. Sebagian yang lain meyakini bahwa kekerasan-kekerasan yang terjadi itu adalah konsekuensi dari kewajiban suci membela tuhan dari ancaman kaum ateis penuh dosa. Sebagian yang lain lagi dengan bangga mengesahkan cerita tentang tindakan patriotik demi keselamatan dan kejayaan Negara. Sebagian besar orang termasuk masyarakat internasional menganggap bahwa aib kemanusiaan ini tak pernah terjadi. Dan segelintir elit politik ekonomi global menyatakan dengan antusias, “Perubahan kecil ini menguntungkan kita”. Kotak Wasiat adalah karya seri pertama saya yang membidik aspek sejarah dari Tragedi 65. Sejarah adalah cermin kolektif untuk melihat diri kita sebagai bangsa. Ketika satu cermin sangat vital (sebab peristiwa ini merubah total drastis fundamen...

AKU, MEMBACA DAN MENULIS

Gambar
Aku suka menggambar sejak sebelum masuk SD, itu awal 70an. Aku suka berteater sejak masuk kelompok teater di kampus, itu setelah setahun aku jadi mahasiswa; akhir 80an. Aku suka bermusik sejak mulai belajar main gitar, itu juga akhir 80an. Dan sejak kapan aku suka menulis? Aku putuskan saja bahwa awal kesukaanku menulis adalah ketika aku mulai menulis puisi dengan cukup serius. Sebelumnya aku lebih dahulu suka membaca puisi yang ada di majalah Kawanku dan Hai. Selain itu aku suka membaca cerita pendek, cerita bergambar, artikel pengetahuan populer hingga berita, khususnya olah raga. Melengkapi majalah Kawanku, Hai dan Bobo, di rumah masa kecilku dapat dikatakan ada seribu satu macam bacaan; Album Cerita Ternama, Kuncung, aneka komik silat dan super hero, Donal Bebek, Eppo, serial pengalaman Dr. Karl May, majalah bulanan Korpri – Krida, aneka majalah ‘wanita’, buku-buku inpres untuk perpustakaan sekolah, Api Di Bukit Menoreh dan koran Kompas serta Suara Karya.

PERTARUNGAN-PERTARUNGAN #2

Gambar
Cukup banyak orang yang berkomentar bahwa potonganku khususnya wajahku selain ada unsur menarik hati atau membuat penasaran, juga ada unsur sangar. Soal menarik hati atau membuat penasaran tak usahlah kubahas karena sudah jelas dan biar demikian adanya, tapi untuk soal kesangaran, aku harus menceritakan sesuatu pada kalian supaya segalanya menjadi jelas. To Apa yang kau ketahui tentang lagu Apuse? Ya, sebuah lagu dari sebuah daerah yang kalau jaman Sukarno disebut Irian (Barat) dan katanya Irian adalah singkatan dari : ‘Ikut Republik Indonesia Anti Nederland, kalau jaman Suharto disebut Irian Jaya (mungkin maksudnya neo raja jawa gila kuasa harta jaya di Irian), terus sejak jaman Gus Dur disebut Papua katanya untuk memberikan pengakuan dan penghormatan terhadap cultural identity and cultural dignity, dan sementara itu kalau kalangan luar negri menyebut West Papua, maksudnya Papua Barat. Berikut ini contoh versi aransemen ngerock era 70an dari Apuse oleh Black Bro...

PERTARUNGAN-PERTARUNGAN #1

Gambar
Cukup banyak orang yang berkomentar bahwa potonganku khususnya wajahku selain ada unsur menarik hati atau membuat penasaran, juga ada unsur sangar. Soal menarik hati atau membuat penasaran tak usahlah kubahas karena sudah jelas dan biar demikian adanya, tapi untuk soal kesangaran, aku harus menceritakan sesuatu pada kalian supaya segalanya menjadi jelas. Kis SD. Eropis dulu adalah sekolah hanya bagi sinyo-sinyo Eropah totok di Salatiga. Bangunannya agak muram namun keras perkasa. Tembok tebal kusam dan dingin, pintu-jendela besar nan tinggi berkusen total jati, tiang-tiang besi selicin buah dada Loro Jonggrang di Prambanan, kursi-bangku (kursi yang menyatu dengan bangku) kawak yang amat berat dan kukuh dengan bentuk khas menyiratkan ethos pendidikan penjajahan dan pas benar dengan semangat pendidikan orde baru, langit-langit kelabu yang seperti mengawasi, lantai dingin tak berwaktu, kakus angker … pojok-pojok rahasia, mungkin ada harta karun voc-nya juga, siapa tah...

MINGGAT

Pada hari Minggu yang cerah di medio ‘80an, Bapak pergi ke Jogja urusan keluarga, Ibu dimana kulupa, mungkin santai luluran sambil membaca majalah wanita. Di kamarku berkumpul temen-temenku; SyLg yang merupakan tetangga sebelah, ArYk dari kampung Krajan dan aku sendiri. Kami sedang berkutat mengotak-atik speaker dari radio tape recorder-ku. Ceritanya mencari cara biar suaranya lebih mantep. Tapi kami tak melakukan hal-hal elektronik bersolder, kawat tenol dan sekitarnya. Kami hanya perlu drei kembang dan dudukan pot bunga besar warna hijau kekuningan yang dalamnya berongga dan kalau dengan potnya ditaruh di ruang tamu rumahku bentuknya nampak berlebihan sebab ruang tamu rumahku kurang gaya. Caranya; copot speaker dari tape, lantas telungkupkan speaker itu di mulut dudukan pot menghadap ke bawah, maka suaranya akan agak jadi lebih jedug-jedug. Tepatnya jedung-jedung sebab ada unsur seperti sesuatu nyemplung sumur, tapi okelah.

GITA CINTA PRA SMA DAN SEKITARNYA

Gambar
Baiklah ... Menyambung omongkosongku tempo hari, menginjak bangku SMPN I Salatiga (yang merupakan SMP-nya remaja-remaja terpandai seSalatiga), seiring dengan mulai berdenyutnya kelenjar-kelenjar misterius keremajaan, aku tak lagi tertarik dengan musim-musim bermain yang mbocahi seperti pas masa ingusan. Di satu sisi aku mulai tertarik dengan keasyikan-keasyikan bersendiri misalnya menulis puisi, menggambar, mendengarkan Rush, Manfredman Earth Band, Yes, Genesis, Queen, Rolling Stones, Deep Purple dan semua yang top-top itu dari kaset-kaset kakakku, serta seperti kebanyakan kalian yang lelaki; melamun hal-hal seksual pornograpis – sambil onani tentu (YA THO?!). Di sisi lain aku memang tetap mengikuti musim-musim, tapi bukan lagi musim bermain mbocahi, melainkan musim bergaya dalam rangka gejolak darah puber. Gara-gara filem Flashdance, Breakin’ dan video music Michael Jackson aku pun bersama temen-temen kampung latihan break dance terutama dengan iringan lagu Reckless-nya mister Ice T

BAJINGAN, EH, JAGOAN CILIK

Selain melempari rumah orang cina sebelah bengkel-garasi bis Subur saat rekayasa kerusuhan anti cina, misteri penembakan misterius sebab preman-preman ngambek terhadap golkar, mengibarkan bendera merah putih dari kertas minyak menyambut kedatangan jendral jagal presiden suharto meresmikan pabrik tekstil, nama gubernur propinsi jajahan indonesia timor timur adalah Arnaldo Dos Reis Araujo dan si hitam manis Sri Rochmatun dari Turusan yang kata temen-temen adalah kekasih monyetku serta beberapa xrstdgzkygblubblubblubcrotcrotcrot lainnya, salah satu hal masa kecil lain yang membekas dalam ingatanku adalah bagaimana kami bermain secara musiman. Kadang anak-anak seluruh kota kecil ini tiap hari main layang-layang ketika musim layang-layang. Kadang hanya anak-anak kampungku yang jadi gila bermain monopoli sebab seorang anak yang orang tuanya adalah salah satu dari sedikit orang tua kelas menengah bawah di kampung kami dibelikan permainan monopoli, sementara di kampung lain sedang musim ‘gapra...