SRI JADI GURU
Dikejar-kejar agresi militer Belanda saat kanak-kanak sampai harus meninggalkan desanya yang terancam, dengan teror bom dan mortir sepanjang jalan. Ibundanya meninggal dalam pengungsian jauh di pelosok kantong republik. Kemudian selulus sekolah dasar didaftarkan bapaknya masuk Sekolah Guru Bawah khusus putri di Salatiga. Dan suatu pagi yang cerah tahun 1959 dua orang gadis remaja dengan baju rok sederhana dan rambut kepang kuda menaiki kereta api dengan tujuan stasiun Kebumen. Mereka baru saja lulus; remaja calon guru republik muda, mendapatkan penempatan di SD. Sruweng. Bekal uang tak cukup, belum pernah naik kereta api, belum pernah pergi jauh, asal nekad dua belia berumur 17 tahun itu berangkat saja dengan penuh ketakjuban. Seorang bapak tengah baya yang duduk berhadapan dengan mereka mengamati dua gadis kecil itu dari tadi. “Kalian ingin pergi kemana Nak?” tanya orang itu. “Kebumen, kantor pendidikan Pak,” jawab mereka. Matahari telah jauh menggelincir ke Barat. “Nanti sampai Kebum...