Posts

Terbaru

TRI JADI GURU

Image
Suatu hari tahun 1959 dua orang gadis remaja dengan baju rok sederhana dan rambut kepang kuda menaiki kereta api dengan tujuan stasiun Kebumen. Mereka baru saja lulus dari Sekolah Guru Bawah khusus putri di Salatiga, dan mendapatkan penempatan di SD. Sruweng. Bekal uang tak cukup, belum pernah naik kereta api, belum pernah pergi jauh, asal nekad dua belia berumur 17 tahun itu berangkat saja dengan penuh ketakjuban. Seorang bapak tengah baya yang duduk berhadapan dengan mereka mengamati dua gadis kecil itu dari tadi. “Kalian ingin pergi kemana Nak?” tanya orang itu. “Kebumen, kantor pendidikan Pak,” jawab mereka. Matahari telah jauh menggelincir ke Barat. “Nanti sampai Kebumen menjelang malam. Tentu kalian baru bisa ke kantor pendidikan esok hari. Kalian akan menginap di mana?” Dua kepang kuda itu saling memandang, bingung, dan mulai menyadari sesuatu yang tak mereka pikirkan sebelumnya. Dengan air muka lugu yang mulai diusap segala macam kekhawatiran mereka serempak menggeleng, bingung...

REVOLUSI SOSIAL DALAM REVOLUSI KEMERDEKAAN : Sejarah perjuangan orang-orang biasa

Image
Dia anak pedagang emas dan pandai mencukur. Sambil membuka usaha tukang emas kecil-kecilan, di depannya dia buka praktek pangkas rambut, dan sebilah pedang panjang terpajang di sebelah kaca cermin - demi melihat dekorasi interior kios pangkas rambut yang seperti itu, tentu saja para tukang cukur lain di sekitar situ pun angkat kaki. Karena sewaktu kecil mukanya berbintil-bintil, si tukang cukur berpedang panjang ini dipanggil Kutil. Demikianlah, sebuah kepingan penulisan sejarah yang tidak berorientasi pada Alexander Agung dan tokoh-tokoh besar semacamnya. Tiap raja-ratu akan membikin sejarah pakem yang melayani kepentingan kuasa ekonomi-politiknya, seperti Negara Kertagama dan Babad Tanah Jawa. Begitu juga dengan negara-negara modern; setiap pemerintahan - rejim akan melakukan hal yang sama. Seberapa seragam sejarah itu tergantung tingkat kontestasi berbagai (kelompok) kepentingan di dalam kekuasaan itu. Semakin kuat dan solid suatu kekuasaan, semakin pakem pula sejarahnya, serta ma...

SEBUNGKUS PUISI-PUISI HUJAN

Image
MEI / SAJAK KOLESOM PERTAMA / DESEMBER ABADI / PERCAKAPAN BANGJO KRAPYAK / GERIMIS PERTAMA / SUATU HARI KOTA KECIL TUA / BLUES HILLY BILLY MEI Sudah Mei hujan masih tiap hari Pagi semangat merayakan cucian Siang kalang-kabut menyelamatkan cucian Rencana batal, agenda ditunda Pulang sekolah main cipratan air campur tai kuda Perahu kertas mengangkut cinta monyet Ya, yang lancar hanya nostalgia Dan air tanah, syukurlah Sudah Mei hujan masih tiap hari Jika sampai sore tak berhenti Dia tak akan datang ini kali Aku setuju Derai air meruapkan metana dalam gerobaknya Bakteria-bakteria berdansa hujan ria Pak Yo … Tukang sampah idola aku 13 Mei 2022 SAJAK KOLESOM PERTAMA Sebenarnya ingin kutulis judul tentang hujan pertama dan sekitarnya namun aku bukan penyair maestro, penyair salon sublim, atau magang penyair atau orang keren jatuh cinta. Dan apa yang puisi dari genting bocor, masuk angin, sampah hanyut, rakyat basah kuyup? Halo Mas! Ada Kolesom? Ada Mas! Kok lama gak kelihatan Mas?! "LU...

10 MANTRA MEDITASI

Image
Muka Kita / Suwung / Sweet Potato Blues / Retrospeksi / Melampaui Kenyataan / Interlude Repetisi 2 / Antara Ibu, Anak dan 24 Jam Blues / Setengah Kwadrat / Bilik-Bilik Menara Babel / Ilmu Mandi MUKA KITA Selamat datang di masyarakat modal muka Pergi pagi mencari apa saja Pulang malam kosong tiada artinya Ada yang perlente penuh wibawa Ada yang ganteng cantik selalu bergaya Ada yang kayaraya sibuk pamer harta benda Ada yang sok pinter maha tahu segalanya Ada yang berkuasa maunya ingin menang saja Ada yang enjoy bagai dunia itu sudah sorga Ada yang cuek gua-gua-gua dan gua Lu-lu gak ada yang ada cuma gua Ada yang tidak seperti manusia biasa Selamat datang di masyarakat modal muka Pergi pagi mencari apa saja Pulang malam kosong tiada artinya Seharian itu dan ini dan itu dan ini Bermodal topeng begitu dan begini Fleksibel sesuai kebutuhan-kebutuhan tersendiri Sore pulang terus mandi Jadi bersih merasa kembali fitri Habis makan nonton tivi Yang ditonton adalah kekonyolan-kekonyolan dunia ...

Terjemahan Puitik 10 Lagu Bob Dylan

Image
Banyak orang tahu Guns N’ Roses, tapi tidak sebanyak itu yang tahu Bob Dylan. Kemungkinan besar tidak sebanyak itu juga yang tahu bahwa Knockin’ On Heaven’s Door bukanlah karya grup rock California yang berdiri tahun 1985 itu, melainkan karya tahun 1973 oleh musisi folk yang album debutnya dirilis tahun 1962; Bob Dylan. Bob Dylan adalah salah satu penulis lagu terbaik sepanjang masa. Penulisan lirik-liriknya menerapkan semacam pendekatan baru yang memperlakukan lagu sebagai puisi. Tradisi musik Amerika baik folk, country maupun blues mengembangkan sifat bertutur dalam lirik lagu. Bob Dylan meniupkan roh puitik dalam narasi-narasi tersebut. Kekuatan penyampaian seperti itu, berpadu dengan bobot komentar dan kritik sosial dalam lagu-lagunya, membuat Bob Dylan menempati posisi yang sangat khas dan peran yang sangat influential dalam dunia musik pop. Amalgamasi kekuatan kepenyairan dan musikalitas Bob Dylan ini membawanya pada penghargaan Nobel untuk sastra pada tahun 2016. Berikut ini ter...

PERUBAHAN; renungan tentang sekeping Australia

Image
Walau tidak di pantai, suatu pagi aku merasa santai. Istri di kampus, anak di sekolah, pekerjaan daring sedang tidak mengejar-ngejar, kudapati diriku teronggok di pojok fitness lapangan rumput bernama Bruce Lee. Seorang lelaki misterius sedang melakukan meditasi sambil berjalan keliling lapangan tanpa peduli situasi, kadang tersenyum-senyum atau bicara sendiri. Setelah mengucek-ucek mataku memastikan kakinya menyentuh tanah, kemudian aku melamun sambil bersila dan bergaya melakukan gerakan-gerakan yoga. Sebelumnya aku mengantar anakku ke sekolah. Kami tinggal di Beaconsfield, sekolahnya ada di Hilton, 15 – 20 menit bersepeda. Setelah melepasnya di gerbang sekolah, aku memutuskan untuk tidak langsung pulang. Aku berkeliling-keliling dulu melihat perkembangan kenyataan sekaligus menjaga kebugaran. Rumah kontrakan kami terakhir di L Place, Hilton 5 tahunan lalu masih sama. Bekas lemparan telor mentah di pintu garasi yang dulu jadi studioku masih ada bekasnya sedikit. Taman Grigg persis di...

DARI ‘ISLAM KTP’ JADI KATULIK : Sebuah perjalanan pribadi dan perubahan masyarakat

Image
Ibuku tumbuh sebagai 'muslim KTP', dibesarkan oleh keluarga 'muslim KTP'. Tetangga depan rumah, belakang rumah, samping rumah juga 'muslim KTP'. Juga tetangga di belakang rumah dari tetangga depan rumah dan seterusnya. Begitulah ... Itu jaman tahun '40an sampai sebelum Geger Gestok / pembantaian massal oleh tentara, nasionalis kanan dan kaum agamis terhadap rakyat komunis Indonesia ditahun-tahun 1965/66. Jaman itu mayoritas penduduk desa, sebutlah Ketan Srundeng, adalah 'muslim KTP'; muslim tapi tidak menjalankan ibadah seperti yang diperintahkan agamanya. Apa yang dijalankan? Ya hidup biasa saja sebagai rakyat jelata desa dengan 'daily routine' umum mereka. Tidak juga berkubang dalam lembah kemaksiatan, atau menjadi budak setan. Kalau berkubang dalam lembah kemiskinan sih iya. Ada sejumlah kecil penduduk yang muslim sungguhan. Mereka ini disebut 'santri' dan bergelar 'haji' atau 'kiai'. Dan memiliki status ekonomi (ja...