Postingan

AKU, MEMBACA DAN MENULIS

Gambar
Aku suka menggambar sejak sebelum masuk SD, itu awal 70an. Aku suka berteater sejak masuk kelompok teater di kampus, itu setelah setahun aku jadi mahasiswa; akhir 80an. Aku suka bermusik sejak mulai belajar main gitar, itu juga akhir 80an. Dan sejak kapan aku suka menulis? Aku putuskan saja bahwa awal kesukaanku menulis adalah ketika aku mulai menulis puisi dengan cukup serius. Sebelumnya aku lebih dahulu suka membaca puisi yang ada di majalah Kawanku dan Hai. Selain itu aku suka membaca cerita pendek, cerita bergambar, artikel pengetahuan populer hingga berita, khususnya olah raga. Melengkapi majalah Kawanku, Hai dan Bobo, di rumah masa kecilku dapat dikatakan ada seribu satu macam bacaan; Album Cerita Ternama, Kuncung, aneka komik silat dan super hero, Donal Bebek, Eppo, serial pengalaman Dr. Karl May, majalah bulanan Korpri – Krida, aneka majalah ‘wanita’, buku-buku inpres untuk perpustakaan sekolah, Api Di Bukit Menoreh dan koran Kompas serta Suara Karya.

PERTARUNGAN-PERTARUNGAN #2

Gambar
Cukup banyak orang yang berkomentar bahwa potonganku khususnya wajahku selain ada unsur menarik hati atau membuat penasaran, juga ada unsur sangar. Soal menarik hati atau membuat penasaran tak usahlah kubahas karena sudah jelas dan biar demikian adanya, tapi untuk soal kesangaran, aku harus menceritakan sesuatu pada kalian supaya segalanya menjadi jelas. To Apa yang kau ketahui tentang lagu Apuse? Ya, sebuah lagu dari sebuah daerah yang kalau jaman Sukarno disebut Irian (Barat) dan katanya Irian adalah singkatan dari : ‘Ikut Republik Indonesia Anti Nederland, kalau jaman Suharto disebut Irian Jaya (mungkin maksudnya neo raja jawa gila kuasa harta jaya di Irian), terus sejak jaman Gus Dur disebut Papua katanya untuk memberikan pengakuan dan penghormatan terhadap cultural identity and cultural dignity, dan sementara itu kalau kalangan luar negri menyebut West Papua, maksudnya Papua Barat. Berikut ini contoh versi aransemen ngerock era 70an dari Apuse oleh Black Bro...

PERTARUNGAN-PERTARUNGAN #1

Gambar
Cukup banyak orang yang berkomentar bahwa potonganku khususnya wajahku selain ada unsur menarik hati atau membuat penasaran, juga ada unsur sangar. Soal menarik hati atau membuat penasaran tak usahlah kubahas karena sudah jelas dan biar demikian adanya, tapi untuk soal kesangaran, aku harus menceritakan sesuatu pada kalian supaya segalanya menjadi jelas. Kis SD. Eropis dulu adalah sekolah hanya bagi sinyo-sinyo Eropah totok di Salatiga. Bangunannya agak muram namun keras perkasa. Tembok tebal kusam dan dingin, pintu-jendela besar nan tinggi berkusen total jati, tiang-tiang besi selicin buah dada Loro Jonggrang di Prambanan, kursi-bangku (kursi yang menyatu dengan bangku) kawak yang amat berat dan kukuh dengan bentuk khas menyiratkan ethos pendidikan penjajahan dan pas benar dengan semangat pendidikan orde baru, langit-langit kelabu yang seperti mengawasi, lantai dingin tak berwaktu, kakus angker … pojok-pojok rahasia, mungkin ada harta karun voc-nya juga, siapa tah...

MINGGAT

Pada hari Minggu yang cerah di medio ‘80an, Bapak pergi ke Jogja urusan keluarga, Ibu dimana kulupa, mungkin santai luluran sambil membaca majalah wanita. Di kamarku berkumpul temen-temenku; SyLg yang merupakan tetangga sebelah, ArYk dari kampung Krajan dan aku sendiri. Kami sedang berkutat mengotak-atik speaker dari radio tape recorder-ku. Ceritanya mencari cara biar suaranya lebih mantep. Tapi kami tak melakukan hal-hal elektronik bersolder, kawat tenol dan sekitarnya. Kami hanya perlu drei kembang dan dudukan pot bunga besar warna hijau kekuningan yang dalamnya berongga dan kalau dengan potnya ditaruh di ruang tamu rumahku bentuknya nampak berlebihan sebab ruang tamu rumahku kurang gaya. Caranya; copot speaker dari tape, lantas telungkupkan speaker itu di mulut dudukan pot menghadap ke bawah, maka suaranya akan agak jadi lebih jedug-jedug. Tepatnya jedung-jedung sebab ada unsur seperti sesuatu nyemplung sumur, tapi okelah.

GITA CINTA PRA SMA DAN SEKITARNYA

Gambar
Baiklah ... Menyambung omongkosongku tempo hari, menginjak bangku SMPN I Salatiga (yang merupakan SMP-nya remaja-remaja terpandai seSalatiga), seiring dengan mulai berdenyutnya kelenjar-kelenjar misterius keremajaan, aku tak lagi tertarik dengan musim-musim bermain yang mbocahi seperti pas masa ingusan. Di satu sisi aku mulai tertarik dengan keasyikan-keasyikan bersendiri misalnya menulis puisi, menggambar, mendengarkan Rush, Manfredman Earth Band, Yes, Genesis, Queen, Rolling Stones, Deep Purple dan semua yang top-top itu dari kaset-kaset kakakku, serta seperti kebanyakan kalian yang lelaki; melamun hal-hal seksual pornograpis – sambil onani tentu (YA THO?!). Di sisi lain aku memang tetap mengikuti musim-musim, tapi bukan lagi musim bermain mbocahi, melainkan musim bergaya dalam rangka gejolak darah puber. Gara-gara filem Flashdance, Breakin’ dan video music Michael Jackson aku pun bersama temen-temen kampung latihan break dance terutama dengan iringan lagu Reckless-nya mister Ice T

BAJINGAN, EH, JAGOAN CILIK

Selain melempari rumah orang cina sebelah bengkel-garasi bis Subur saat rekayasa kerusuhan anti cina, misteri penembakan misterius sebab preman-preman ngambek terhadap golkar, mengibarkan bendera merah putih dari kertas minyak menyambut kedatangan jendral jagal presiden suharto meresmikan pabrik tekstil, nama gubernur propinsi jajahan indonesia timor timur adalah Arnaldo Dos Reis Araujo dan si hitam manis Sri Rochmatun dari Turusan yang kata temen-temen adalah kekasih monyetku serta beberapa xrstdgzkygblubblubblubcrotcrotcrot lainnya, salah satu hal masa kecil lain yang membekas dalam ingatanku adalah bagaimana kami bermain secara musiman. Kadang anak-anak seluruh kota kecil ini tiap hari main layang-layang ketika musim layang-layang. Kadang hanya anak-anak kampungku yang jadi gila bermain monopoli sebab seorang anak yang orang tuanya adalah salah satu dari sedikit orang tua kelas menengah bawah di kampung kami dibelikan permainan monopoli, sementara di kampung lain sedang musim ‘gapra...