Friday, 29 June 2018

TOP HITS MEI - DESEMBER 2016 (puisi)

Bu Tukinem yang tekun dan bersahaja, Pojok Kuburan Cina.
Sajak Kue Putu

Pak Kasimin
Dan pikulannya
Dua jadi Satu
Satu tapi Dua
Persetubuhan sempurna
Manjing
Dari perempatan Ngebong
Menguing sampai jauh
Bagai hingga Pantai Gading Africa
Gemanya terdengar di kutub selatan
Aromanya tercium di kutub utara
Terus menguing dan menguing
Sejak bertahun lalu
Hingga kini nasibmu miskin abadi
Takdir keji sistim ekonomi keji
Yang menyihir kerjakeras rakyat kebanyakan jadi
Absurd
Saat matahari menggelincir dari
Sepenggalah
Aku menyamar Reinald Kasali
"Putuuuu! "
5000
Dapat 8 batang

Catatan :
Lha mosok 8 butir atau 8 potong?

23 Mei 2016


Sajak Kang Gun Yang Lain

Grobak honda supra meliuk masuk komplek.
Nasi goreng magelangan tidak pakai ayam, tidak pakai moto, sayurnya yang banyak.
Aroma bawang berdansa dengan wajan, sothil bersama alunan deru kompor gas.
9 rebu.
Kumakan sepiring berdua sayangku.
Lezatnya hanya sejengkal di bawah clnta.
Sampai tak kuasa jemariku memencet tombol kamera.

5 Juni 2016


Sajak Usaha

Bismillah
Ganteng
Niat ingsun
Cukur bros

@ Grand Macho barber shop

14 Juni 2016


Sajak Tukinem

Omonganmu yang berdijit-dijit
Tak merubah apapun
Sebab dijit-dijit itulah
Persoalannya
Sementara rakyat menjaga harapan
Dengan lotek lontong
Kolbis bayem cambah krokot genjer
5 ribu sebungkus

20 Juni 2016

Sajak Gombloh

Di malam menjelang bulan agustus
Kau selalu bangkit dari kubur
yang tak pernah mati

31 Juli 2016

Sajak Agustusan #1

Selamat pagi duhai negri
Ini bulan menakjubkan
Bulan kemerdekaan
Aku belum memasang sang saka
Tak punya tiang
Tak punya bendera
Tadi ke pasar kota
Anakku meminta sesuatu berwarna merah biru
Terikat tali melambai pada sebilah bambu
Spiderman plastik 15 rebu
Ambil kembaliannya Pak, kata dompetku
Bapak Indonesia tersenyum
Merdeka!
Ah ... Kau makin dewasa
Kalang-kabut seperti jamanku mahasiswa
Selamat!
Aku sekarang punya istri cantik, anak bagai malaekat
dan hidup yang tertawa
Kau pun bisa
Semoga bopeng-bopeng penghisapan, penindasan dan penjajahanmu nantinya menghilang
Dan wajahmu bercahaya oleh keadilan sosial
Dan rakyat Papua menentukan masa depannya sendiri
Merdeka Indonesia!
Merdeka!

1 Agustus 2016


Sajak Agustusan #3

Siang itu
Dia merayakan 71 tahun Indonesia
merdeka
Dengan kaos 'keadilan hanyalah berak
di muka'

17 Agustus 2016


Sajak Agustusan #4

Pagi ini
Saat mulai pertarungan harian
Keserakahan melawan kesederhanaan
Pidato, rumpi elit negri dan gelaktawa para pemanjat pinang jelata
Masih bergema
Bendera untuk siapa
Bendera dikuasai siapa
Sama dengan apa
Bapak tukang parkir kantor pos mengumpulkan
Seperak dua
Dengan keramahan hidup tertempa
Sambil bersiul lirih
'Tanah Airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai'
....
Merdeka Pak

18 Agustus 2016


Sajak Yayang

...
...
...
Tak tersajakkan

21 Agustus 2016


Sajak Krisis

Di malem 1 Suro
Dulu
Aku tirakat maneges
Merenungkan perjalanan kejawaan
Kini
Aku menikmati kolesom
Sambil mengais-ngais kejawaan

1 Oktober 2016


Sajak Selfie

Ini jaman kehilangan muka
Kita mencari-cari muka
Mematut-matut sesuatu
Yang kita tak mengenalinya

1 Oktober 2016


Sajak Estetika (wuih)

Yang satu adiluhung klasik
Yang satu adilhung kontemporer
Dua-duanya sama elitnya
Dua-duanya sama rejimnya
Dua-duanya sama taeknya
Dua-duanya sama adiluhungnya

19 Oktober 2016


Sajak Halo Celeng!

Selamat pagi celeng politik, celeng agama, celeng edan
Selamat pagi celeng kekuasaan
Selamat menyampah kemanusiaan
Semoga hasil hari ini lumayan
Agar bisa kau bawa pulang nanti buat keluarga
Sebungkus dua nasi rendang neraka
Kau persembahkan dengan bangga

21 Oktober 2016


Sajak pagi berkerak ciu dengan judul :Muke Lu Impor

Pagi-pagi sudah ndremimil
impar impor impar impor
Agamamu tuh impor

31 Oktober 2016


Sajak Jagung

Sebut saja Mawar
Srikandi dusun X desa Y kec. O kab. Z
Sedang memanen sekarung dua
Kabar buram kaum agraria
Nun di pos kamling sana
Sekelumit tivi sumbangan
Mahasiswa KKN baru lalu
Menyiarkan bola, sinetron, hal-hal penting
Dari dan tentang Jakarta

7 December 2016

No comments: