Friday, 26 April 2019

SUGARMAN; Tentang Musisi Terkenal Yang Tak Tahu Kalau Terkenal. (racauan)

Di suatu hari musim panas subtropis - tahun 2014 kukira, aku berdiri mematung secara canggung di salah satu arkadia pusat kota pelabuhan Fremantle sambil menghembuskan asap tembakau lintingan murah dengan digelayuti rasa senewen oleh kegagalanku untuk pandai berbahasa Inggris, untuk sukses secara profesi dan keterkenalan, intinya untuk menjadi diri sendiri. Aku sedang beristirahat dari pekerjaanku membuat cetakan kerajinan tanah liat di sebuah toko yang menjual aneka kerajinan, barang eksotik dan krim perawatan kulit organik milik seorang imigran dari eks Cekoslovakia yang bapaknya berteman baik dengan Vaclav Havel, demi upah barang 15 dolar per jam.
Tak banyak orang lalu-lalang. Satu dua lewat secara bergegas individualistik. Bau dupa yang menyelinap di tengah realita negeri industri maju membikin suasana jadi agak surealis. Dari dalam toko yang sekaligus bengkel kerja terdengar alunan musik yang belum pernah kudengar sebelumnya dan langsung merenggut telingaku. Sambil terus mengisap-hembuskan Countryman yang kubawa berbungkus-bungkus dari Indonesia ini, kepalaku mulai mengangguk-angguk mengikuti irama musik. “Sugarman … Won’t you hurry … Cause I’m tired of these scenes. For a blue coin … Won’t you bring back … All those colors of my dream.”

Saturday, 9 March 2019

Sejarah Perkembangan Rasa Cinta (puisi)

Sayap Sayap Cinta Full Of Shit, didotKlasta
… rembulan dari teras belakang …saat menatapmu disaput bayang ... waktu SD, aku jadi ingat kartun fangface … yang bertaring saat purnama … waktu SMP, aku jadi berharap ilham kode buntut … just for fun … waktu SMA aku jadi menulis puisi … kompensasi masturbasi … waktu kuliah, aku lupa jadi apa … banyak telernya … waktu lepas kuliah, aku pingin jadi SD lagi … kangen … sekarang ... aku bersamamu … menua … menyatu … begitulah …


5 Juni 2012
Modifikasi 9 Maret 2019