Monday, 20 February 2017

BHINNEKA SATU JIWA (naskah)

Akhir September 2016, Monca Dyah Pramudita, adik saya yang menjadi guru tari di SMPN 3 Salatiga bercerita bahwa dia ditunjuk menjadi koordinator pementasan sebuah karya pertunjukan sebagai salah satu mata acara dalam kegiatan rapat koordinasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia wilayah III dimana Salatiga menjadi tuan rumah. Beberapa kali aku berkolaborasi tari dengan adikku, yang sebelumnya biasanya adikku mengurusi koreografi seutuhnya dan aku mengurusi konsep, naskah dan musik iringan dengan sedikit masukan koreografi dan tata artistik. Kali ini karena skala projeknya cukup besar dan aku menawarkan konsep drama tari, maka selain mengurusi naskah aku juga menyutradarai sekaligus terlibat lebih banyak dalam koreografi. Sementara musik iringan dikerjakan oleh Arjuna Setiawan. Para penampil adalah 13 anak hebat yang merupakan siswa-siswi sekolah di Salatiga yaitu SMP 1, SMP 2, SMP 3, SMA 3 dan SMK 1. Tak lupa menyebutkan grup kesenian Petung Kidul desa Petung kec. Pakis kab. Magelang Jawa Tengah yang telah dengan senang hati meminjamkan kostum dan Agus Berkah ketua grup kesenian Dayugo desa Banyusidi yang telah menghubungkan.

Thursday, 16 February 2017

SEEKOR BURUNG MUDA (puisi)

Suppression #74, bolpoin on paper, didotKlasta, 2011
Seekor Burung Muda #1

Seekor burung muda
Terbang menuju surya
Sarangnya sudah tak ada
Terbakar api tujuannya

Seekor burung muda
Menguber kemerdekaannya
Yang lebih sediakala
Dari sistim-sistim dunia
Yang lebih nanti
Bahkan dari mati

Seekor burung muda
Papa kecuali jiwa dan cakrawala


Seekor Burung Muda #2

Seekor burung muda
Di tengah kecamuk badai
Perjalanan tak usai-usai
Jika lelah turun di pasar malam
Sejenak berperan jadi mainan
Bocah-bocah pun mengabaikan
Polah hantu kekuasaan