Thursday, 31 December 2015

SUATU SISTIM BERNAMA SETYO NOVANTO (racauan)

Pada sistim yang senantiasa memunculkan monster rakus sangat berkuasa semacam Setyo Novanto Papa Minta Saham, ironisnya kita juga senantiasa berharap, bahkan meratap, akan munculnya ksatria.

Ya, ini sistim yang punya kemampuan melahirkan kebangsatan dan sekaligus kemanusiaan. Kelemahan sistim ini adalah; kebangsatan punya apa saja yang dibutuhkan untuk berkuasa. Terutama adalah kualitas kebangsatan itu sendiri. Sedang kemanusiaan sepanjang jaman terseok-seok karena hubungan kuasa-menguasai bertentangan dengan hakekat sifatnya.

Dan jaman pun bergerak terus makin maju, termasuk ilmu kebangsatan, meninggalkan ilmu kemanusiaan yang kebingungan, seakan tidak kompatibel dengan 'tuntutan jaman' yang digerakkan oleh kekuasaan.

Wednesday, 30 December 2015

BERBEDA-BEDA TAPI SAMA SAJA (racauan)

Warna Sari Jajanan Moderen Dalam Msyarakat Tradisional
Beberapa hari lalu saya menemukan suatu pemikiran cukup menarik di internet, yang mengetengahkan pertanyaan : kenapa kita lebih menekankan pada perbedaan? Kenapa kita lebih terobsesi dengan hal-hal perbedaan? Yang satu bersemboyan : perbedaan itu indah. Yang satunya berslogan : kamu berbeda maka kamu laknat. Bertolak-belakang, namun kedua-duanya sama-sama fokus pada perbedaan.

Banyak hal indah sungguh-sungguh muncul dari penganut indahnya perbedaan. Tapi menurut saya lebih banyak lagi hal luar biasa tidak bermutu muncul dari aliran laknat-melaknat lantaran beda. Mulai dari luar biasa bodohnya - setidaknya naif, hingga luar biasa sadis-barbarnya. Saya cenderung lebih percaya bahwa titik tolak hubungan antar manusia yang lebih asyik adalah : persamaan. Inilah sebabnya kenapa saya berhubungan dengan manusia lain. Karena sama-sama manusia.

Saya ingat sekali pada suatu hari delapan tahunan lalu mendapat peluang emas untuk kenal dengan seseorang yang cantik sekali. Obrolan-obrolan menyusul pertemuan pertama itu menjadi asyik karena kami sama-sama tertarik dengan ide-ide politik progresif, aktifitas bersama rakyat biasa pedesaan, kejawen ... sama-sama 'kesepian' ... sama-sama dalam suatu fase perkembangan kedewasaan yang kritikal ... Sampai kemudian kami sama-sama tertarik satu sama lain, lantas menikah - tak pakai lama.

Sunday, 27 December 2015

KAMPUNGNYA UNYIL (racauan)

Mengelu-elukan Super Hero. Didot Klasta
10 Nopember adalah hari pahlawan, dan pada hari pahlawan ini kabar-kabar berseliweran bahwa Sarwo Edi Wibowo akan dipahlawankan. Kok bisa? Mungkin sebab komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (Kopassus tempo dulu) ini patriot pembela bangsa dan negara. Ya, ada kudengar konon dia mengatakan pada Lik Permadi 'penyambung lidah Sukarno' (Sukarno sendiri adalah 'penyambung lidah rakyat', jadi bayangkan ....) bahwa 50 tahunan lalu 3 juta komunis dibunuh atas perintahnya. Ada kubaca pembasmian ini sebab komunis mengancam keselamatan bangsa dan negara lewat pemberontakan khianat sangat jahat bernama 'G-30-S/PKI'.

Thursday, 3 December 2015

ROMANSA SALATIGA - JAKARTA - TANPA KALUNGAN BUNGA (puisi, racauan)

Filem tahun 1981 karya Imam Tantowi.
Tiba juga. Di Jakarta kota. Ya ya ... Maha Kota ...
Senen ... Senen ... Ampat pagi lelampu suntuk. Mimpi-mimpi tertebas pedang ganda babak realita. Kuat tak kuat, menerima agenda-agenda kerja. Mata-mata aneka sorotnya, tak bisa bohong. Menyongsong pagi, adalah terpaksa. Jam-jam uang, adalah mandornya. Sorot-sorot sukses disambut kalungan bunga. Parkiran mobil Gambir. Lalu pergi. Ternyata dengan frustasi sepi sehari-hari. Pengalung bunga diupah. Lantas sarapan. Sambil memaki pengupah. Sayang masih dalam hati. Sisa upah untuk mengupah pengalung bunga di bawahnya. Dan seterusnya sistim tragis. Kami terlentang di emperan. Mencampakkan kalung-kalung. Menabur bunga kemana-mana. Antero konstruksi stelsel kemakmuran slogan. Yang nyatanya menyengsarakan. Dan bunga kami memang tak wangi. Tapi tetap menyengatkan aroma. Yang menyengat kebusukan.

Tiba juga. Di Jakarta kota. Ya ya ... Maha Kota ...
Sepanjang jalan-jalan lapang. Penggusuran, perampasan. Korporasi, instansi, rumah-rumah kaya. Dihubungkan stelsel kemakmuran slogan. Anak jalanan, gelandangan, mikrolet, buruh Orde, pembangunan, pipa sedot, kawat berduri. Demokrasi ironi. Birokrat, borjuasi. Kami ngebut. Pusat pusaran tong setan masyarakat.

Wednesday, 2 December 2015

(bukan cuma) TEORI NEO-DOMINO

Keep One Eye On Us
Elmaut pembunuhan berantai.
Ke sana ke mari. Dari babu nJelumpang nilep giwang. Hingga politik MNC farmasi di Ethiopia. Dari kisruh getho New York. Hingga moneyloundry perbankan Swiss. Dari blandong kayu mbacok polisi kayu. Hingga antar tuhan sembelih-sembelihan. Dari sapu bersih K5 kota-kota. Hingga konspirasi setan-setan kota-kota. Dari demokrasi gombal nasional. Hingga globalisasi gombal internasional. Dari manisan dan gorengan murahan, lugu Yu Karsiyem kontaminasi Gross Domestic Products, belasan adik-adik memenuhi puskesmas, tapi tak masuk selera para Kompas-Kompas, ini moral etik bisnis human error udik, tapi tak masuk evaluasi makronomi, majikan makronomi mengontrol rejim negri-negri, negri-negri memaksa dan menekan dan memaksa dan menekan Yu Karsiyem, sesambatnya : Tapi sakarin itu efisiensi ... Tapi msg itu menarik pembeli ... Dan apa komentar sodara ...  Sebab Sriatun sindrom kemunduran mental dan Ia buyungnya nomer 5 dari enam bersaudara?

Elmaut pembunuhan berantai.
Menguasai pembantaian dengan aman, ekonomis dan terjamin.
Kenapa kita berpikir ...
Itu penjual manisan dan gorengan ?

TAK PERNAH (puisi)

Mengecek
Pernahkah pegang sedan ?
Pernah, bukan punyaku.
Pernahkah pegang merek Jeguer ?
Belum, lihat di tivi.
Pernahkah sedan Jeguer mengepot pertigaan kampung, anak kampung main gledhekan, bersorak pada kekayaan hebat orang lain ?
Aku cemburu dan malu. Namun Malin Kundang punya modal dagang untuk melupakan Bundanya.

Breeeeemmm !!! Ciiiiit !!!
Sinetron keluar dari sedan secara anggun.
Menjungkitkan sunglass secara selebriti.
Melambai-lambai secara melodrama :
"Sayang ..."
Dari pelupuk matanya menetes air mata uang. Bergemerincing sepanjang jalan haru. Satu krincing, satu kampung terharu. Kampung-kampung menubruk, meraup-raup. Air mata uang keharuan. Terbentur layar tivi. Tak ada modal ... Tapi bisa bilang : "Ibunda ..."

Pernahkah ?


Didot Klasta Harimurti
Salatiga, pertengahan 2000an.

TANGGAL 29

Kami pernah punya tamu langganan. Pegawai lapangan BRI. Tugasnya merayu orang untuk berhutang. Dan tiap datang ia seperti sopir angkota dikejar target setoran, karena demikianlah kinerjanya diukur bossnya.


Si Gemuk datang selalu tersenyum.
Formulir permohonan, tanda tangan.
Selasa keluar duitnya; utang pada negara.
Sehari-harian ruang duduk keluarga ngenes.
Koran lama sesobek Bank Dunia.
Koran baru tak sepenting lauk-pauk.
Makan siang dengan berita cuaca; resesi.
Bagaimana besok ?
Sedang orang ahli bilang; ratusan trilyun kita berhutang.

Mengingat Ibu yang tekun melacak sampai 25 perak, apa pemimpin kita sudah gila ?
Bapak berkata; iya.
Dan kami seperti tetangga seumumnya.
Memakani satir rakyat.
Bersama menu rutin yang menusuk perasaan.
Jika tamu kaya bertamu, meja makan disembunyikan.


Didot Klasta Harimurti
Salatiga, pertengahan 2000an.

Keterangan.
ngenes : (bahasa jawa; menimbulkan iba)