Friday, 15 March 2013

PERTARUNGAN-PERTARUNGAN #1 (kenangan terindah)

Piknik SD. Salatiga 2 (Eropis) ke Sriwedari - Bale Kambang
Solo. Kemungkinan tahun 1982, saat aku kelas 6. Di kanan
Bu Ning guru agama katolik, di belakang Kang Wasito
'tukang kebun' (Pak Bon) sekolah. Kami; (depan) aku, Arifin,
Nasradin. (belakang) Kairul(?), Suharwanto / Itheng, Tanto
(kelas 5), Purwanto, Wahyu Kristiono.
Cukup banyak orang yang berkomentar bahwa potonganku khususnya wajahku selain ada unsur menarik hati atau membuat penasaran, juga ada unsur sangar. Soal menarik hati atau membuat penasaran tak usahlah kubahas karena sudah jelas dan biar demikian adanya, tapi untuk soal kesangaran, aku harus menceritakan sesuatu pada kalian supaya segalanya menjadi jelas.

Kis

SD. Eropis dulu adalah sekolah hanya bagi sinyo-sinyo Eropah totok di Salatiga. Bangunannya agak muram namun keras perkasa. Tembok tebal kusam dan dingin, pintu-jendela besar nan tinggi berkusen total jati, tiang-tiang besi selicin buah dada Loro Jonggrang di Prambanan, kursi-bangku (kursi yang menyatu dengan bangku) kawak yang amat berat dan kukuh dengan bentuk khas menyiratkan ethos pendidikan penjajahan dan pas benar dengan semangat pendidikan orde baru, langit-langit kelabu yang seperti mengawasi, lantai dingin tak berwaktu, kakus angker … pojok-pojok rahasia, mungkin ada harta karun voc-nya juga, siapa tahu kan?


Saturday, 2 March 2013

MINGGAT (kenangan terindah)

Pada hari Minggu yang cerah di medio ‘80an, Bapak pergi ke Jogja urusan keluarga, Ibu dimana kulupa, mungkin santai luluran sambil membaca majalah wanita. Di kamarku berkumpul temen-temenku; SyLg yang merupakan tetangga sebelah, ArYk dari kampung Krajan dan aku sendiri. Kami sedang berkutat mengotak-atik speaker dari radio tape recorder-ku. Ceritanya mencari cara biar suaranya lebih mantep. Tapi kami tak melakukan hal-hal elektronik bersolder, kawat tenol dan sekitarnya. Kami hanya perlu drei kembang dan dudukan pot bunga besar warna hijau kekuningan yang dalamnya berongga dan kalau dengan potnya ditaruh di ruang tamu rumahku bentuknya nampak berlebihan sebab ruang tamu rumahku kurang gaya. Caranya; copot speaker dari tape, lantas telungkupkan speaker itu di mulut dudukan pot menghadap ke bawah, maka suaranya akan agak jadi lebih jedug-jedug. Tepatnya jedung-jedung sebab ada unsur seperti sesuatu nyemplung sumur, tapi okelah.